Rabu, 18 Oktober 2017

Total Utang Luar Negeri Agustus 2017 Rp 1.426 triliun


RADARMETROPOLIS: Jakarta  - Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) naik 4,7 persen (year on year) menjadi 340,5 miliar dolar AS pada akhir Agustus 2017 atau setara Rp 1.426 triliun (kurs Rp13.000/US$) dengan rasio di kisaran 34% dari produk domestik bruto (PDB).

Menurut Publikasi Statistik Utang Luar Negeri Indonesia, di Jakarta, Senin (16/10/2017) rasio tersebut masih lebih baik dibandingkan dengan rata-rata negara dengan kemampuan ekonomi setara (peers).

Dari total utang tersebut, ULN yang dipinjam oleh swasta mencapai US$165,6 miliar, yang berarti naik sebesar 0,1% (yoy) setelah data bulan Juli 2017 turun sebesar 1,1% (yoy). Porsi utang swasta itu mencapai 48,6% dari total ULN

ULN sektor publik atau yang dipinjam pemerintah dan bank sentral adalah sebesar US$174,9 miliar. Terjadi kenaikan 9,5% (yoy), lebih tinggi 9,2% (yoy) dibanding pada Juli. Porsi utang publik ini mencapai 51,4% dari total ULN.

"Berdasarkan jangka waktu asal, pertumbuhan ULN jangka panjang dan jangka pendek tetap terkendali." Demikian tulis BI.

Untuk ULN jangka panjang mengalami pertumbuhan 3,3% (yoy) di Agustus 2017. Pertumbuhan ini naik dibandingkan Juli 2017 yang mencapai 2,6% (yoy). Sedangkan ULN berjangka pendek, tumbuh 14,6% (yoy), lebih tinggi daripada Juli 2017 sebesar 13,1% (yoy).

Adapun, jumlah ULN berjangka panjang sebesar US$294,7 miliar, atau 86,5% dari total ULN. Terdiri dari ULN sektor publik sebesar US$172,6 miliar dan ULN sektor swasta sebesar US$122,1 miliar.

Jumlah ULN berjangka pendek tercatat US$45,8 miliar, terdiri dari ULN sektor swasta US$43,5 miliar dan ULN sektor publik sebesar US$2,3 miliar.

Hingga akhir Agustus 2017, ULN swasta masih terkonsentrasi di sektor keuangan, industri pengolahan, pertambangan serta listrik, gas dan air bersih (LGA). Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta, mencapai 76,8%. Atau meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.


"BI memandang perkembangan ULN pada Agustus 2017 tetap sehat dan terkendali." Demikian tulis BI dalam laporannya. (rez)

0 comments:

Posting Komentar