Senin, 30 Oktober 2017

Mabes Polri Selidiki Ambruknya Girder Tol Paspro


RADARMETROPOLIS: Pasuruan - Tim Labfor Mabes Polri menyelidiki penyebab ambruknya girder Proyek Strategis Nasional (PSN) Tol Pasuruan - Probolinggo (Paspro) di Desa Cukurgondang, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Tim yang dipimpin Kombes Pol Agus Sugiarto itu melakukan identifikasi di area ambruknya empat girder.

Saat tim yang berjumlah sekitar 12 orang itu tiba di lokasi, reruntuhan masih terlihat berserakan. Tim Labfor menuju ke lokasi ambruknya girder diantar langsung oleh Kapolres Pasuruan Kota AKBP Rizal Martomo. Sesampainya di lokasi tim Labfor langsung melakukan identifikasi dengan meneliti secara seksama, mengukur, dan memotret bagian kontruksi beton yang roboh. Konstruksi beton ini patah menjadi beberapa bagian.

Menurut Rizal Martomo, Tim Labfor Mabes Polri diterjunkan untuk menyelidi penyebab terjadinya insiden ambruknya empat girder. Pada awalnya ketiga girder sudah terpasang. Tetapi karena terkena timpa satu girder roboh saat akan dipasang, ketiga girder yang semula sudah terpasang ikut roboh ke bawah.

"Tim Labfor datang untuk menyelidiki penyebab adanya insiden robohnya girder tol yang akan menghubungkan Pasuruan dengan Probolinggo," katanya Senin (30/10/2017).

Menurut rencana Tol Paspro tersebut dibangun sepanjang 31,30 kilometer. Tahapan pembangunan dilakukan dalam tiga sesi. Untuk sesi kesatu, dibangun ruas jalan yang akan melewati Grati - Nguling sepanjang 8 km.

Sesi kedua, perbatasan Nguling, Pasuruan - Sumberasih, Probolinggo sepanjang 6 km. Dan tahapan ketiga adalah  Sumberasih - Leces sepanjang 17,30 km.


Tol tersebut diperkirakan membutuhkan lahan sekitar 271 hektare atau sekitar 3000 bidang. Nantinya akan ada tiga simpang susun, yakni Tongas, Simpang Susun Probolinggo Barat, dan Simpang Susun Leces. Pada Minggu (29/10/2017) sekitar pukul 09:45 WIB kemarin girder tol Paspro pambruk. (ruf)

0 comments:

Posting Komentar