Minggu, 22 Oktober 2017

Penjahit Sidoarjo Laporkan ke TNI Ada Simpatisan Pesan Lambang ISIS


RADARMETROPOLIS: Sidoarjo - Aparat dari unsur TNI Koramil Sidoarjo memeriksa DS, warga Sidoarjo, yang diduga simpatisan ISIS. Kejadian yang bertepatan dengan perayaan Hari Santri Nasional (HSN) ini bermula dari laporan seorang tukang jahit yang mendapatkan order dari pemuda tersebut untuk menjahit badge lambang ISIS.

Setelah mendapatkan laporan dari penjahit warga Sidoarjo bernama Tamam tersebut, beberapa petugas langsung mendatangi lokasi penjahit. Petugas awalnya kesulitan, karena pemesannya tidak memberikan alamat lengkap.

Setelah pemesan memberikan alamatnya secara lengkap, petugas langsung mendatangi rumahnya. DS dijemput di rumahnya dan dibawa ke mako.

Saat dilakukan pemeriksaan, DS berdalih dan mempertanyakan, kenapa tidak diperbolehkan. Karena logo yang dipesan tersebut diyakininya sebagai logo Islam.

Setelah mendapatkan penjelasan dari aparat TNI, akhirnya DS menganggukkan kepala. Setelahnya didekati secara familier, DS kemudian bersedia sedikit terbuka. "DS bercerita banyak kepada pemeriksa," kata sumber dari lingkungan TNI, Minggu (22/10/2017).

Menurut sumber tersebut, DS bercerita bahwa selama ini ia kagum dengan kelompok yang ada dalam logo tersebut. Bahkan ia juga pernah mendatangi tahanan terduga teroris di Ambon Abu Fida dan Asep Jaya di Lapas Kelas l Surabaya di Porong.

"DS juga mengaku mempunyai nomor telpon Abu Fida dan Asep Jaja yang sekarang menjalani hukuman di Lapas Porong," ungkap sumber tersebut.

Sumber itu menyebut bahwa kesatuannya akan menyerahkan tindak lanjut kasus simpatisan ISIS itu ke Polresta Sidoarjo. "Pihak kami juga sudah berkordinasi dengan Polresta Sidoarjo," tandasnya.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji tidak menolak adanya laporan kesatuan lain soal diperiksanya seorang pemuda yang diduga simpatisan ISIS.

Pemuda itu berstatus sebagai mahasiswa di Bangil Pasuruan, berinisial DS asal Tanggulangin Sidoarjo. Pemuda itu diduga memesan badge untuk ditempelkan di baju.

"Ya kami sudah mendengar laporan itu. Saat ini masih kami dalami soal laporan tersebut sejauh mana atau lainnya," katanya di sela-sela pengamanan Hari Santri Nasional di Gelora Delta Sidoarjo Minggu (22/10/2017).


Himawan menambahkan bahwa dari pihak kesatuan lain itu, belum diserahkan kepada Polresta Sidoarjo ataupun Polsekta Sidoarjo. "Yang bersangkutan belum diserahkan kepada kami," tukas Himawan. (rik)

0 comments:

Posting Komentar