Rabu, 11 Oktober 2017

Keputusan Novanto Akan Jadi Senjata Makan Tuan


RADARMETROPOLIS: Jakarta  - Direktur Survei dan Polling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara mengatakan bahwa keputusan Setya Novanto seenaknya sendiri pecat kadernya dari kepengurusan dan menggantikannya dengan kader baru akan membuka luka baru di tubuh Partai Golkar. Lebih dari itu, ia khawatir keputusan yang diambil Novanto terhadap Yorrys Raweyai akan menjadi senjata makan tuan buat Novanto. Mengapa?

Karena, Novanto masih dihantui persoalan cekal. Ia tidak diperbolehkan pergi keluar negeri oleh KPK terkait kasus dugaan korupsi e-KTP.

Igor mengatakan, keputusan Novanto memecat Yorrys sebagai Koordinator Bidang Polhukam dan kemudian mengganti dengan Letjen TNI (Purn) Eko Wiratmoko itu akan menimbulkan friksi yang lebih dalam lagi di tubuh partai berlambang pohon beringin tersebut. Menurutnya, hanya kekuasaan istana yang mungkin bisa menyelamatkan Setya Novanto dengan strategi seperti itu.

"Karena tidak mungkin seorang ketum partai besar itu bisa melakukan manuver politik seperti itu, memasukkan orang baru yang bukan kader partai," ujarnya.

Bahkan, akan banyak kader Golkar yang bingung karena diam-diam posisi orang baru itu langsung dimasukan ke pengurus inti DPP atau cukup baik di tubuh kepengurusan Partai Golkar.

"Itu akan menimbulkan friksi lebih jauh lagi. Jadi, menyebabkan luka baru yang buat Golkar semakin merosot," tandasnya.

Sebagaimana telah diberitakan, Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto melakukan revitalisasi dan restrukturisasi komposisi dan personalia Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar masa bakti 2014-2019.

Lewat surat dengan nomor KEP-252/DPP/Golkar//X/2017 nama Yorrys Raweyai yang sebelumnya menjabat Ketua Koordinator Bidang Polhukam, dalam surat tersebut digantikan Letjen TNI (Purn) Eko Wiratmoko.


Surat ini ditandatangani langsung Setya Novanto sebagai Ketua Umum Golkar dan Idrus Marham sebagai Sekjen Golkar pada 2 Oktober 2017. Sebanyak 300 kader ditetapkan Setya Novanto sebagai pengurus DPP Partai Golkar hasil revitalisasi partai. (rez)

0 comments:

Posting Komentar