Sabtu, 22 Juli 2017

Ditinjau Komisi III, BNNP Jatim Akui Sulit Bongkar Jaringan Lapas


RADARMETROPOLIS: (Surabaya) -  Untuk melihat secara langsung penanganan kasus narkoba di wilayah Jawa Timur, Kamis (20/7/2017) anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat mengunjungi Mapolda Jatim. Diperoleh informasi, jaringan peredaran narkoba di lembaga pemasyaratan ternyata masih sulit dibongkar.

Ketua rombongan Komisi III DPR Desmond J Mahesa mengatakan, dalam acara tersebut pihak kepolisian serta BNNP menjelaskan tentang kesiapan mereka dalam memberantas peredaran narkoba serta kondisi lembaga pemasyarakatan yang ada di Jatim.

"Dalam pertemuan tadi, kami mendengar paparan terkait kesiapan BNNP, kesiapan Dirnarkoba serta kapasitas lapas yang ada di Jatim. Dari gambaran-gambaran tersebut kelihatan, dimana jalur masuk narkoba yang beredar di Jatim," kata Desmond.

Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra itu lebih lanjut mengatakan, antara BNNP dan Dirnarkoba sudah sangat memahami, sehingga tinggal menjalankan operasi-operasi ke depan. Walau saat ini peredaran narkoba pertumbuhannya tidak terlalu signifikan, namun dirinya berharap Polda serta BNNP Jatim bisa lebih baik lagi dalam pemberantasan narkoba.

"Hal yang dipaparkan ini bisa jadi percontohan untuk polda-polda yang lain," kata Desmond

Ditanya masih banyaknya peredaran narkoba di lapas, Desmond mengatakan bahwa hal itu tidak mungkin terjadi jika pencegahan BNNP dan Dirnakoba dilakukan secara benar.

"Dari gambaran tadi perlu dibangun komunikasi yang baik. Misalnya lalu lintas orang yang masuk lapas, telepon genggam. Persiapan koordinasi dari peristiwa yang lalu, kami sepakat untuk memperbaiki," tandas Desmond.

Di beberapa daerah lain, menurut Desmond diketahui BNN tidak boleh masuk ke lapas. Namun di Jatim, BNN boleh masuk ke lapas. Itu menunjukkan sudah ada kesepahaman tentang pemberantasan narkoba.

"BNN pun telah menyadari bahwa tidak mungkin ada narkoba di lapas kalau BNN sudah melakukan hal yang maksimal dan mereka mengakui bahwa ada jalur-jalur yang selama ini tidak terdeteksi," ujarnya.

Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Fatkhur Rahman mengakui, pihaknya masih kesulitan untuk mengungkap jaringan narkoba yang ada di lapas. "Mau kesana barang bukti tidak ada. Begitu kami masuk telepon genggam itu sudah tidak ada. Salah satu cara ya meniadakan telepon genggam. Masalahnya ada yang menyewakan telepon genggam," tutur Fatkhur.

Terkait adanya permainan dari sipir lapas untuk memasukkan narkoba ke dalam penjara, dirinya mengakui hal tersebut. Fatkhur menjelaskan, napi tidak akan bisa mengedarkan narkoba dan bekerja sendiri tanpa bantuan dari oknum sipir.


"Kami akan meningkatkan koordinasi dengan Kanwilkumham, Kepala Divisi Pemasyarakatan agar ke depan lebih meningkat lagi pengawasannya," tegas Fatkhur. (erha)

0 comments:

Posting Komentar