Senin, 24 Juli 2017

Ingin Khofifah Pimpin Jatim, Kiai dan Santri Madura Siap Minta Izin ke Presiden


RADARMETROPOLIS: (Surabaya) – Dukungan kepada Khofifah Indar Parawansa untuk maju dalam Pilgub Jatim 2018 terus berdatangan. Bahkan, karena menginginkan Menteri Sosial tersebut memimpin Jatim periode mendatang, sejumlah kiai dan santri Madura siap menemui Presiden Joko Widodo untuk memintakan izin agar Khofifah bisa maju Pilgub dan menjadi pemimpin Jatim periode mendatang.

Sekitar 100 orang di Bangkalan yang terdiri dari kiai, santri, pemuda dan ekonom Madura yang tergabung dalam Aliansi Santri, Pemuda, Ekonomi dan Kiai (Aspek) mendesak Khofifah agar segera mendeklarasikan niat baiknya. Bahkan Aspek juga siap menggalang tanda tangan para ulama se-Madura.

"Tujuan Aspek untuk mewadahi suara-suara masyarakat yang menginginkan agar Ibu Khofifah untuk maju pada Pilkada serentak tahun depan," tutur Ketua Aspek Madura, KH Muchlis Muhksin, Minggu (23/7/2017).

Selain itu dorongan yang lebih besar akan diwujudkan Aspek melalui penggalangan tanda tangan dari ulama se Madura. "Penggalangan tanda tangan itu sebagai permintaan izin ke Presiden agar Mensos diperkenankan maju Pilgub 2018. Agar Ibu Khofifah bisa memimpin Jatim periode mendatang," jelasnya.

Ia mengungkapkan, hal itu dilakukan melalui pertimbangan yang sangat matang karena Khofifah dinilai sebagai kader NU yang berkualitas, karena kepemimpinan yang telah dilakukan dalam mengemban amanat menjadi Mensos sudah terwujud jelas.

"Kualitas ibu khofifah ini tak kalah bagusnya dengan kader-kader lainnya yang akan maju. Kami menunggu ibu mendeklarasikan diri maju Pilgub Jatim, dan insya Allah warga Nahdliyin dan para ulama pasti mendukung," ungkapnya.

Selain itu secara pribadi dan sebagai perwakilan masyarakat Bangkalan, KH Achmad Ali Ridho, mengaku bersykur kalau Khofifah maju menjadi calon Gubernur Jatim. "Saya pribadi sangat bersyukur, karena kita butuh sosok seperti ibu khofifah. Beliau ini tokoh kunci di kalangan nahdliyin, dan Jatim sebagai barometer NU," katanya.


Dirinya yakin, Ketua Muslimat NU ini adalah sosok yang amanah dalam menjalaskan tugasnya. Hal ini terbukti  sejak menjadi anggota DPR RI dan Menteri di era Gus Dur. "Figur seperti ini harus kita dukung, dan kalau menjadi Gubernur akan betul-betul kaffah serta tetap menjaga citra sebagai warga NU," tandasnya. (ltr)

0 comments:

Posting Komentar