Jumat, 28 Juli 2017

Walikota Mojokerto Benarkan Kabar Ia dan Sekkota Diperiksa KPK di Jakarta


RADARMETROPOLIS: (Mojokerto) - Walikota Mojokerto Mas'ud Yunus membenarkan bahwa ia diperiksa oleh tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Kamis (27/7/2017) kemarin. Pemeriksaan ini menurutnya adalah kelanjutan dari kasus Operasi Tangkap Tangan suap Kepala PUPR terhadap tiga pimpinan DPRD Kota Mojokerto.

"Kita (Walikota dan Sekdakot, red) memenuhi panggilan untuk diminta keterangan terkait masalah OTT. Ada 22 pertanyaan, sudah saya jawab sesuai dengan apa yang saya tahu," ungkapnya usai menghadiri halal bi halal Walikota bersama jamaah Al Ummahat, Jum'at (28/7/2017).

Namun demikian ia terlihat enggan mengungkapkan materi pertanyaan yang diajukan tim KPK kepada dirinya dan Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Mojokerto, Mas Agoes Nirbito di Jakarta pada Kamis kemarin. Terbukti Walikota hanya menyampaikan apa keterangan yang sudah diberikan ke tim KPK.

"Ya tentang teman-teman itu, ya itulah. Pokoknya semua sudah saya jawab. Soal penggalian anggaran saya tidak tahu, saya jawab yang saya tahu saja," ucapnya saat ditanya tentang materi pertanyaan yang dilakukan tim penyidik KPK dan penggalian anggaran program pembangunan Politeknik Elektronik Negeri Surabaya (PENS).

Menurutnya, terkait penggalian anggaran dibicarakan oleh tim anggaran dan badan anggaran (banggar) DPRD Kota Mojokerto melalui proses. Namun ia mengaku tidak mengetahui jika ada penggalian anggaran program pembangunan PENS tersebut hingga menjerat Kepala PUPR dan tiga pimpinan dewan tersebut.

"PENS harus tetap jalan, kalau bisa tahun ini. Sekarang sudah tahapan lelang. Dianggarkan tahun 2017, seharusnya tahun 2017 selesai sepanjang tidak ada arang melintang. Penerimaan mahasiswa baru, tergantung PENS nya. Soal bangunannya, tidak tahu. Tanyakan ke PU," ujarnya. (erha)

0 comments:

Posting Komentar