Senin, 31 Juli 2017

Mantan Menteri KKP SBY Sebut Pemerintah Lupa Bina Petani Garam


RADARMETROPOLIS: (Jakarta) - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KPP) era SBY, Sjarif Tjitjip Soetardjo, menyatakan bahwa terjadinya kelangkaan garam disebabkan karena pemerintah lalai membina petani. Ketika cuaca tak berpihak, produksi garam terganggu.

"Harus dijaga betul, karena petani garam ini kadang-kadang harus selalu dibina, dikontrol dan disuport. Suport bukan hanya soal teknis, tapi juga peralatan," kata Sjarif di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Senin (31/7/2017).

Politisi Golkar itu lantas membandingkan saat dirinya memimpin Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Kala itu produktivitas garam cenderung terjaga bahkan boleh dibilang berlimpah. Dan, harga garam berada di angka wajar yang menguntungkan petani dan tidak memberatkan konsumen.

"Zaman saya 2011-2014, garam konsumsi itu kebetulan bagus, artinya over produksi, produksi tahun itu masih bagus. Sekarang anjlok, mungkin ada masalah lain, seperti iklim dan sebagainya. Tetapi manajemen di dalem produksi garam rakyat itu juga harus betul-betul diatur, dibina, dan disuport. Nah ini hal yang penting dilaksanakan ke depan," kata Sjarif.


"Saya waktu itu bagus, 2011. Kenapa saya bisa? Hasil yang lalu saya berikan bantuan ke petani garam ini, saya berikan seperti gudang-gudang untuk menyimpan supaya garam itu tidak hancur, sehingga saat 2012 turun, karena iklimnya kurang baik, itu garam tetap melimpah. Malah di Bali dan Jatim sudah saya bina untuk diekspor. Intinya pemerintah harus turun membina dan suport," tambah Sjarif. (rez)

0 comments:

Posting Komentar