Sabtu, 29 Juli 2017

Maklumat Tebuireng Serukan Lawan Budaya Korupsi


RADARMETROPOLIS: (Jombang) - Pondok Pesantren Tebuireng Jombang mengeluarkan maklumat kebangsaan yang dihadiri tokoh lintas agama dari berbagai daerah, Sabtu (29/7/2017). Maklumat yang berisi 8 poin tersebut berisi tentang seruan melawan budaya korupsi.

Selain para tokoh lintas agama, deklarasi tersebut juga dihadiri Ketua KPK Agus Rahardjo. Naskah maklumat tersebut dibacakan oleh KH Abdul Hakim Hidayat (Pengasuh Pesantren Al-Hikam Malang), diteruskan kepada KH Salahuddin Wahid (Pengasuh Pesantren Tebuireng) lalu diserahkan kepada Ketua KPK Agus Rahardjo. (adi)

Berikut isi lengkap 'Maklumat Kebangsaan Tebuireng'

1. Bung Hatta menyatakan bahwa jika sistem hukum lemah dan budaya permisif menjangkiti rakyat, penyakit korupsi akan menjelma sebagai kanker ganas yang menghancurkan tujuan nasional. Kekuatiran itu sudah menjadi kenyataan. Masyarakat menganggap korupsi sebagai hal biasa sehingga tidak memberi sanksi sosial terhadap pejabat yang korup.

2. Hampir semua pejabat negara sudah tidak merasa bersalah untuk korupsi karena sifat rakus dan ingin cepat kaya sudah merata. Mereka tidak malu karena banyak sekali pejabat negara yang korupsi. Mereka tidak takut kepada Tuhan, karena yang mereka takutkan hanyalah dimiskinkan.

3. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dibentuk karena lembaga penegak hukum lain tidak efektif dalam memberantas korupsi. Sebagai anak kandung reformasi, KPK telah melakukan tugasnya dengan cukup baik. Masyarakat menaruh kepercayaan tinggi terhadap KPK dibanding dengan lembaga negara lainnya.

4. Kini berbagai pihak yang terganggu kepentingannya berusaha melemahkan dan membubarkan KPK.

5. Kami para tokoh lintas agama menyatakan bahwa KPK sangat diperlukan keberadaannya dan menyatakan dukungan moral terhadap KPK dalam melawan upaya pelemahan dan pembubaran.

6. Kami memahami bahwa KPK bukan tanpa kekurangan atau kesalahan, berbagai kritik harus mendapat perhatian serius. KPK harus bertekad untuk memperbaiki diri supaya dapat menjadi lembaga yang makin dipercaya dan makin bertanggung jawab.

7. Kami mengajak masyarakat untuk aktif memerangi korupsi dengan memberi sanksi sosial kepeda pejabat dan pihak terkait lainnya, yang diduga kuat melakukan korupsi.


8. Kita merasakan terkoyaknya merah putih akibat hilangnya rasa saling percaya dan tumbuhnya rasa saling curiga. Diperlukan kerja keras untuk merajut kembali merah putih yang terkoyak, sehingga saling percaya, saling menghormati, dan saling membantu tumbuh kembali diantara semua warga bangsa tanpa memandang Agama, Etnis, Status Sosial, dan Latar Belakang Politik.

0 comments:

Posting Komentar