Minggu, 08 Oktober 2017

Beri Kontribusi Signifikan, BI Dorong Akselerasi Ekonomi Syariah di Daerah


RADARMETROPOLIS: Jember - Bank Indonesia ingin mendorong pola pengembangan baru untuk mengakselerasi ekonomi syariah. Sebab ekonomi syariah tahan terhadap krisis dan bisa mendorong pemerataan pendapatan di masyarakat. Selain itu, ekonomi syariah berpotensi memberi kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah.

Penjabat Kepala Deputi Bank Indonesia Jember, Gde Agus Dwi Wijayakusuma, mengatakan bahwa pola pengembangan ekonomi syariah di Indonesia relatif perlu mendapat perhatian lebih banyak dari berbagai pihak. Pengembangan ini membutuhkan sinergi semua pemangku kepentingan dan kebijakan.

Bank Indonesia membuat Indonesia Shari'ah Economics Forum (ISEF) tahun ini secara nasional sebagai pengikat sinergi tersebut. Bulan ini memasuki rangkaian Road to ISEF dan Jember menjadi salah satu tuan rumah.

"ISEF untuk menggali informasi, perkembangan, ide-ide baru, konsep-konsep baru melalui seminar dan sebagainya, sehingga muncul rekomendasi fresh pengembangan ekonomi syariah. Kami juga mendorong pemahaman masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah," kata Agus.

Ekomomi keuangan syariah berbeda dengan  konvensional, karena tidak berbasis bunga. Pembagian marjin keuntungan bersama antara nasabah dan bank ditentukan di akhir kegiatan ekonomi yang dibiayai. "Yang membuat pemerataan dan pola-pola ini signifikan adalah bukan target, tapi kolaborasi. Kolaborasi jelas. Di syariah, tak ada spekulasi," kata Agus.

Ekonomi syariah membutuhkan itikad baik bersama dari pelaku bisnis dan bank, agar usaha maju. "Dengan niat baik, mereka tak mau bisnis turun. Mereka akan mengupayakan bisnis ini positif dan berkembang. Tapi memang kondisi perekonomian bisa di luar prediksi," kata Agus.

Agus mengatakan, di wilayah kerja BI Jember yang meliputi Kabupaten Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang (Sekarkijang atau Se-eks Karesidenan Besuki dan Lumajang), perlu ada pola baru untuk mengembangkan perekonomian syariah.

Baik pola yang terkait dengan sistem pembayaran, pemberdayaan ekonomi, dan UMKM. Untuk itu pihak BI mengupayakan program ISEF terlaksana, minimal dengan cara mengedukasi, mendorong kemandirian pondok pesantren dan elemen-elemen ekonomi syariah.

Kantor BI juga menggandeng perbankan untuk menyinergikan bisnis ke arah syariah. "Karena di wilayah kerja kami sendiri sudah banyak komunitas syariah. Dengan sinergi ini, lebih mengakselerasi. Ini selaras dengan inklusi keuangan, bagaimana bisa sampai ke masyarakat," kata Agus.


Agus pun berharap tidak hanya BI dan perbankan yang menggerakkan pengembangan ekonomi syariah. Dengan tidak melihat agama atau apapun, berbagai pihak diharapkan ikut mendorong, karena secara sistem luar biasa bagusnya. (nis)

0 comments:

Posting Komentar