Jumat, 06 Oktober 2017

Kapolda NTT Sebut Kupang Rawan Jadi Jalur Masuk Narkoba


RADARMETROPOLIS: Kupang - Provinsi Nusa Tenggara Timur rawan menjadi jalur masuk narkoba dan obat terlarang lainnya. Penilaian Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Pol Agung Sabar Santoso ini berdasarkan kasus-kasus yang terjadi di wilayah dengan basis kepulauan itu.

"Kalau menurut saya, NTT masuk dalam kawasan yang rawan akan masuknya narkoba dan sejenisnya," katanya kepada wartawan di Kupang, Kamis (5/10/2017).

Ia melihat dari beberapa kasus sebelumnya, banyak pengedar dan pemakai yang ditangkap di wilayah itu.

Apalagi NTT adalah negara yang berbatasan darat dengan Timor Leste serta berbatasan laut dengan Australia. Ini menjadi hal yang harus diantisipasi.

"Pada tahun-tahun sebelumnya pernah ada masuk dari Timor Leste kurang lebih 9 kilogram narkoba jenis sabu-sabu. Dan ini menjadi pembelajaran bagi kami," ungkap Agung.

Oleh karena itu, ia berharap baik Polri, TNI serta Badan Narkotika Nasional Provinsi harus bersinergi untuk memperkuat pertahanan di wilayah perbatasan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Josef Gadhi, mengatakan bahwa sampai dengan saat ini Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTT terus gencar melakukan sosialisasi bahaya pengedaran narkotika di sejumlah wilayah di NTT termasuk di kawasan perbatasan antara Indonesia-Timor Leste.

"Cara yang kita lakukan adalah sosialisasi di sektor pendidikan, mulai dari tingkat SD hingga universitas," ujar Josef.

Disamping itu pihaknya juga menggelar juga tes urine, tidak hanya di sektor pendidikan tetapi juga di setiap instansi pemerintahan di NTT.

Sementara itu terkait jumlah penanganan kasus pemakai dan pengedar narkoba di NTT yang dilakukan oleh BNN Provinsi, Josef mengatakan pada tahun 2017 belum ada kasus.


"Tahun ini tidak ada kasus yang kami tangani. Tetapi tahun lalu ada empat kasus dengan jenis narkoba jenis Sabu dengan empat tersangka. Dan semuanya sudah disidangkan," terangnya. (dom)

0 comments:

Posting Komentar