Minggu, 09 Juli 2017

Besok, Tim Penyelidik Polres Jaktim Temui Gojek Usut Order Fiktif Go-Food


RADARMETROPOLIS: (Jakarta) – Untuk mencegah terulangnya kejahatan dengan modus order fiktif melalui aplikasi ojek online yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat, Kapolres Jakarta Timur akhirnya membentuk tim untuk melakukan penyelidikan. Senin besok tim berencana akan menemui manajemen Gojek.

Seperti telah diberitakan, peristiwa teror yang menimpa Julianto yang dilakukan melalui pemesanan makanan dengan aplikasi ojek online Go-Food menyedot perhatian masyarakat secara luas. Ini karena korban dikabarkan mengalami kerugian sampai jutaan rupiah hingga akhirnya juga di-PHK dari pekerjaannya.

Julianto adalah seorang pegawai bank swasta di Matraman, Jakarta Timur. Pada Kamis (6/7) ia dikejutkan dengan banyaknya pengemudi gojek yang mengantar makanan untuknya yang dipesan dari aplikasi ojek online.

Untuk satu pesanan, besar biaya yang ditagihkan kepadanya mencapai ratusan ribu rupiah.

Julianto dikabarkan melayani pembayaran pesanan fiktif tersebut karena merasa iba dengan pengemudi ojek online yang telah lebih dahulu membayar makanan dengan uang pribadinya.

Sampai pada akhirnya, Julianto mulai merasa kewalahan memenuhi biaya yang ditagihkan kepadanya secara terus menerus karena totalnya telah mencapai jutaan rupiah.

Merasa menjadi korban penipuan, Julianto kemudian menulis status berisi klarifikasi melalui akun Facebook-nya, Julianto Sudrajat, yang diunggah pada Kamis (6/7/2017), dan menjadi viral.

"Saya Julianto Sudrajat (Jajat). Pada hari ini tanggal 6 Juli 2017 melalui status FB ini saya ingin mengklarifikasi masalah yang terjadi sama saya. Akhir-akhir ini banyak sekali pemesanan GO-FOOD dialamatkan ke saya. Saya sama sekali tidak pernah melakukan pemesanan Go-Food dan merugikan Go-Jek," demikian klarifikasi Julianto.

Julianto menduga order fiktif tersebut dilakukan orang yang tidak suka dengannya.

Dengan viralnya klarifikasi yang dibuat Julianto di facebook, Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Andry Wibowo mengatakan, pihaknya telah membentuk tim untuk menyelidiki kasus yang dialami Julianto.

"Ada tim gabungan Satreskrim (Polres Jakarta Timur) dan unit Reskrim Polsek (Matraman)," ujar Andry, Minggu (9/7/2017).

Ia mengatakan lebih lanjut, kasus ini menjadi perhatian khusus karena viral. Selain itu dimaksudkan juga untuk mencegah terjadinya kejahatan dengan modus mengantar pesanan berdasarkan order fiktif.

"Jadi kan ini ramai di media sosial, kami pastikan ini termasuk tindak kejahatan atau hanya orang iseng saja. Kalau tidak ditangani akan jadi banyak masalah nanti," ucap Andry.

Andry menyatakan telah memerintahkan jajaran di bawahnya untuk meminta keterangan Julianto.

"Kami rencananya juga mau bicara dengan manajemen Go-Food, mungkin Senin kami bisa ketemu karena ini kan hari libur," ucap Andry.


Ia berharap kasus ini segera terungkap sehingga tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. (rez)

0 comments:

Posting Komentar