Minggu, 09 Juli 2017

Pengeroyokan Viking di Surabaya Tak Terkait Sepak Bola


RADARMETROPOLIS: (Surabaya) - Kasus pengeroyokan suporter Persib Bandung yang dilakukan puluhan oknum tak dikenal di Surabaya tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan panasnya rivalitas antar suporter sepak bola yang selama ini biasa terjadi. Dua warga Sidoarjo pelaku pengeroyokan telah ditahan. Demikian diungkapkan Kanit Reskrim Polsek Wonokromo, Iptu Ristitanto

"Korban datang ke Mapolsek bersama dua temannya. Korban menderita luka memar pada kepala, memar pada punggung serta lecet pada kedua kaki dan kedua tangannya," kata Ristitanto, mendampingi Kapolsek Kompol Agus Bahari, memberikan penjelasan.

Kronologisnya pada Minggu (9/7/2017) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB tiga Viking pendukung Persib Bandung tiba di Stasiun Wonokromo, Surabaya. Mereka adalah Imanuel (23), Erick (23) dan Afrian (20). Ketiganya kemudian beristirahat sejenak sambil menunggu jemputan teman. Tak disangka tiba-tiba didatangi gerombolan 30 orang tak dikenal.

Namun, karena menganggap Surabaya adalah rumah sendiri, ketiganya pun santai dan tidak curiga sedikitpun dengan kedatangan gerombolan tersebut.

Tiba-tiba gerombolan pemuda itu bertanya kepada mereka. "Kamu bobotoh (viking, red) ya?" Imanuel pun langsung menjawab, "Iya benar." Tak disangka, jawaban ini menyulut kemarahan gerombolan pemuda tersebut.

Tanpa banyak tanya lagi, gerombolan berjumlah puluhan orang itu langsung mengeroyok Imanuel. Sedangkan Erick dan Afrian lepas dari pengeroyokan. Setelah puas memukuli Imanuel, gerombolan itu langsung meninggalkan lokasi.

Dari hasil interogasi, pelaku pengeroyokan bernama Aris Prayoga Putra (24) asal Beringin Indah E 5 / 10, Taman, Sidoarjo dan Iskrisna Maulana Akbar (21) asal Dusun Karangpoh RT 04 RW 02, Desa Ponokawan, Krian Sidoarjo. "Kami masih terus dalami motif penyerangan yang dilakukan kedua pelaku dan kelompoknya," kata Risti.


Kedua pelaku sudah ditahan dan dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan. Sedangkan suporter Persib Bandung yang menjadi korban pengeroyokan sudah mendapat perawatan. "Kami sedang berupaya untuk memburu para pelaku lainnya. Kami juga sudah menempuh langkah antisipasi agar tidak terjadi peristiwa susulan," tandas Risti. (erha)

0 comments:

Posting Komentar