Kamis, 28 September 2017

Jatim dan Australia Barat Perpanjang Kerjasama Sister Province


RADARMETROPOLIS: Surabaya - Gubernur Jatim Soekarwo menyatakan bahwa kerjasama antara Jatim dengan Australia Barat saat ini adalah dalam kerangka pemanfaatan sumber daya alam (SDA) Australia yang melimpah untuk dilakukan proses nilai tambah di Jatim.

Hal itu dikatakan Pakde Karwo saat memberikan sambutan pada acara Resigning MoU Kerjasama Provinsi/Negara Bagian Kembar Jatim-Australia Barat dan peresmian kerjasama konsorsium PTN Jatim dan Perguruan Tinggi Australia Barat di gedung negara Grahadi Surabaya, Kamis (28/9/2017).

Untuk itu, perlu segera dilakukan senior official meeting perwakilan kedua belah pihak, termasuk melibatkan kamar dagang dan industri masing-masing. "Saat ini, sekitar 70-79 persen barang impor Jatim adalah bahan baku. Perlu diidentifikasi produk-produk apa yang dibutuhkan Jatim dan tersedia di Australia Barat," ujarnya.

Gubernur meyakini dengan mengimpor produk-produk Australia Barat, biaya produksi menjadi lebih rendah. Apalagi, jika pemberian nilai tambah dilakukan di Jatim sebagai pasar potensial, bukan hanya penduduknya yang besar tetapi juga sebagai Hub bagi Indonesia Timur yang jumlah penduduknya tidak kurang dari 120 juta jiwa.

Sedangkan terkait kerjasama konsorsium perguruan tinggi negeri Jatim dan lima perguruan tinggi Australia Barat, Pakde menilai bahwa hal itu sebagai langkah strategis untuk mendorong pembangunan dua wilayah serta sekaligus peningkatan kualitas SDM-nya.

Sementara itu, Menteri Australia Barat Pertambangan dan Perminyakan, Perdagangan dan Hubungan Industri, Urusan Pemilihan dan Kerjasama Asia, Mr Bill Johnston, MLA, menyambut positif penegasan usulan program kerjasama Pakde Karwo, yang dinilainya sejalan dengan kebijakan Pemerintah Negara Bagian Australia Barat.

"Potensi besar Jatim dan masyarakatnya yang terbuka telah membuktikan sejumlah pengusaha Australia telah berinvestasi di Jatim," ujarnya.

Selain itu, Australia Barat juga memfokuskan kerjasama dengan Asia, yang terlihat dari nama kementeriannya, Asia Engagement.

Penandatanganan kembali MOU Jatim-Australia Barat periode 2017-2022 juga menandai kerjasama konsorsium PTN Jatim dengan mitranya di Australia Barat. Kegiatan kerjasama di antaranya penelitian dan publikasi bersama serta pertukaran mahasiswa dan dosen dua belah pihak.


10 PTN Jatim yang bergabung dalam konsorsium ini, yaitu ITS, UNAIR, UB, UNEJ, UNESA, UIN Malik Ibrahim Malang, Universitas Trunojoyo Bangkalan, Universitas Pembangunan Veteran (UPN), Universitas Islam Surabaya (UINS), dan Universitas Negeri Malang (UNM). Sementara itu, universitas di Australia Barat diantaranya the University of Westerndan Australia, Murdoch University, the University of Notre Dame. (sr)

0 comments:

Posting Komentar