Senin, 25 September 2017

Walikota Surabaya Terima Satu Troli Sertifikat dari Kakanwil BPN Jatim


RADARMETROPOLIS: Surabaya - Walikota Surabaya Tri Rismaharini menerima satu troli sertifikat tanah dari Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Jatim, Gusmin Tuarita. Penyerahan ini dilakukan selepas upacara peringatan Hari Agraria Nasional di kantor wilayah BPN Provinsi Jatim. 

“Alhamdulillah, kami hari ini bisa menyerahkan sertifikat untuk pertanahan Kota Surabaya sebanyak 230 yang diterima Bu Risma. Ini baru pertama, BPN menyerahkan sertipikat dengan troli,” ujar Gusmin Tuarita, Senin (25/9/2017).

Menurut Gusmin Tuarita, target sertifikasi tanah yang dicanangkan presiden, dari tahun ke tahun terus meningkat. Selain tanah masyarakat, tanah yang disertifikatkan termasuk tanah aset pemerintah daerah (kabupaten/kota).

“Dalam rangka untuk penertiban aset-aset pemerintah kabupaten/kota di seluruh Jawa Timur, kami antusias ke depan akan lebih baik,” sambung Gusmin.

Tri Rismaharini menyampaikan terima kasih kepada Kepala Kanwil BPN Provinsi Jawa Timur, Kantor Pertanahan Kota Surabaya I, dan Kantor Pertanahan Kota Surabaya II karena telah memberikan percepatan sertifikasi.

“Sebelumnya belum pernah mendapat sertifikat sebanyak ini. Bahkan ini rekor baru, ada sertifikat untuk pemerintah kota/kabupaten sebanyak ini, dan sekaligus,” ujar Walikota perempuan pertama di Surabaya itu.

Ke depan, Risma menyebut akan terus berupaya agar tanah-tanah milik Pemkot, bisa sesegera mungkin tersertifikatkan. Untuk tahun ini, pemkot menargetkan ada 700 sertifikat.

“Saya coba kejar di masa jabatan saya, seluruh tanah pemkot bisa disertifikatkan. Progressnya sekarang sudah 20 an persen, dulu ketika saya masuk hanya 2 persen,” katanya.

Disampaikan oleh Walikota yang pernah menjabat Kepala Bappeko Surabaya tersebut, BPN kini telah membuat terobosan untuk lebih mempercepat proses sertifikasi. Ia mencontohkan, dulu, untuk sertifikasi harus ada persaksian.

“Dan itu sulit. Semisal sekolah, kepala sekolahnya nggak tahu, sehingga nggak mau tanda tangan. Sekarang sudah cukup saya, bermaterai, dan surat pernyataan saya bahwa ini dalam penguasan mutlak pemkot. Itu salah satu terobosan sehingga lebih cepat,” kata Risma. 

Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah Kota Surabaya, Maria Theresia Ekawati Rahayu, menambahkan bahwa BPN selama ini mendukung Pemkot Surabaya untuk pengamanan aset-aset pemkot.

“Bentuknya, BPN membantu mempercepat proses sertifikasi tanah aset pemkot. Sehingga sertifikatnya bisa lebih banyak,” ujarnya.

Ekawati Rahayu menilai selama ini BPN telah memberikan kemudahan dalam proses sertifikasi. Menurutnya, untuk persyaratan yang biasanya rigid, tetapi kini untuk proses sertifikasi aset lebih disederhanakan. Bahwa cukup pernyataan walikota perihal tanah tersebut adalah aset pemkot.

“Seperti yang disampaikan bu wali, BPN memberikan kemudahan untuk pengerusan sertifikat aset. Terutama BPN Surabaya I, mereka melakukan terobosan luar biasa sehingga bisa cepat. Belum pernah sebanyak ini,” sambungnya.


Dari 230 sertipikat tanah yang diserahkan oleh Kakanwil BPN Jawa Timur (25/9), mantan Kepala Bagian Hukum Pemkot Surabaya tersebut menjelaskan bahwa itu merupakan aset hasil pengadaan tanah untuk jalan dan taman. Untuk jalan termasuk Jalan Luar Lingkar Barat dan untuk taman yakni Taman Bambu Runcing. “Untuk akhir tahun ini, harapannya bisa selesaikan 700 sertifikat. Sekarang sudah 250 sertifikat. Harus ngebut, karena tinggal tiga bulan lagi,” tandasnya. (ar)

0 comments:

Posting Komentar