Sabtu, 30 September 2017

Pilgub Jatim, Golkar Tunggu Perkembangan Khofifah?


RADARMETROPOLIS: Surabaya - Ketua Harian DPD Partai Golkar Jatim Freddy Purnomo mengatakan mendapat perintah dari DPP Partai Golkar untuk menunda proses penyampaian visi-misi dari lima bakal calon gubernur Jatim kepada DPD II kabupaten/kota. Alasan penundaan adalah menunggu perkembangan lebih lanjut. Perkembangan apa yang ditunggu, tidak dijelaskan.

"Seharusnya pada 24 September kemarin, DPD I mengundang teman-teman daerah untuk mendengarkan visi-misi bakal calon gubernur. Lalu, ada perintah dari DPP untuk menunda dulu sambil melihat perkembangan lebih lanjut," katanya kepada wartawan usai Muskerda PDK Kosgoro 1957 Jatim di kantor DPD Partai Golkar Jatim, Sabtu (30/9/2017).

Lebih lanjut ia menyatakan, bahwa yang seharusnya diprioritaskan untuk didukung adalah para bakal calon yang mendaftar ke DPD I Golkar Jatim. "Kelima orang yang daftar itu yang harus dihormati. Mereka adalah Gus Ipul, Nurwiyatno, Kombes Pol Syafiin (Gus Syaf), Mayjen TNI Purn Istu Hari Subagyo, dan Ridwan Hisjam," tandasnya.

Pihaknya diundang pada 2 Oktober 2017 oleh DPP Partai Golkar untuk membahas penetapan calon pilkada Jatim. Apakah akan diputuskan hari itu juga?

"Kami belum tahu. Kami yang di DPD juga tidak bisa bersikap apa-apa, jika DPP memutuskan lain. Kami telah membuka pendaftaran pada 7-19 Agustus, tapi ada calon yang nggak mampir ke kantor Golkar Jatim, padahal sudah mampir ke belakang (kantor PW Muhammadiyah Jatim, red)," katanya, menyindir Mensos Khofifah Indar Parawansa yang diinfokan mendekati DPP Partai Golkar.

Sementara itu, Wagub Jatim Saifullah Yusuf yang mewakili Pakde Karwo mengaku diundang oleh Ketua PDK Kosgoro 1957 Jatim Yusuf Husni. Dirinya masih berharap Golkar bersama-sama PKB mendukungnya maju pilgub.

"Saya nggak membayangkan Pak Soenaryo dukung calon lain. Beliau adalah guru saya, saya ini muridnya. Saya nggak membayangkan guru tidak mendukung muridnya sendiri," tutur Gus Ipul kepada Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Jatim yang juga mantan Wagub Jatim itu.

Soenaryo sendiri nggak bisa membayangkan kalau partainya mendukung calon lainnya, selain Gus Ipul.

Ketua Bidang Otonomi Daerah DPP Partai Golkar Zainuddin Amali menambahkan, Jatim ada pilgub dan 18 pilkada kabupaten/kota pada 2018.


"Siapa calonnya, silakan itu menjadi kewenangan partai. Di Golkar ada tim pilkada. Pimpinan partai di daerah harus menghormati keputusan DPP jika sudah ditentukan. Hingga sekarang belum ada keputusan untuk cagub Jatim," tegasnya. (ar)

0 comments:

Posting Komentar