Kamis, 28 September 2017

Pekan Raya Semen Gresik Targetkan Omzet Rp 8 Miliar


RADARMETROPOLIS: Tuban - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahunnya yang ke-60, PT Semen Gresik kembali menggelar pekan raya. Acara yang diadakan di gedung dan lapangan Graha Sandiya, Desa Bogorejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban ini menargetkan omzet transaksi sebesar Rp 8 milar.

Pekan raya tersebut secara resmi dibuka mulai hari ini, Rabu (27/9/2017) hingga lima hari ke depan. Pembukaan pekan raya itu dihadiri Bupati Tuban bersama dengan jajaran Forkopimda dan juga Direktur Utama PT Semen Gresik bersama dengan jajaran direksinya.

"Kita target omset transaksinya selama pekan raya 2017 sebesar delapan miliar rupiah. Ini kita targetkan meningkat 11 persen dari pada tahun sebelumnya," terang Gatot Kustyadji, Direktur Utama PT Semen Gresik.

Dalam kegiatan itu perusahaan semen milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut menyediakan sebanyak 166 stand booth yang berada di dalam dan luar gedung Graha Sandiya. Stan tersebut diisi para peserta pameran mulai dari Usaha Kecil Menengah (UKM) mitra binaan Semen Gresik, Karang Taruna, perbankan, dan produsen lainnya yang sebagian besar dari wilayah Kabupaten Tuban.

"Ini total 76 persen peserta dari Tuban, sisanya baru dari luar Tuban. Baik yang berasal dari Jawa Timur dan juga Jawa Tengah," tambahnya.

Selain stan untuk UKM, juga terdapat 154 stand open space yang disediakan untuk para Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar luar gedung tersebut. Stan itu sebagian besar berjualan makanan dan minuman yang notabene warga sekitar.

"Kegiatan ini salah satu bentuk komitmen perusahaan untuk terus mengembangkan dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Selain itu juga sebagai bentuk kepedulian perusahaan kepada Mitra Binaan. Juga sebagai sarana membangun netwoking dan transfer knowledge antar UKM di Tuban maupun di wilayah lain," tegasnya.


Pada 2017, PT Semen Gresik juga menyiapkan anggaran sebesar Rp 61 miliar untuk kemitraan dengan masyarakat. Sejauh ini anggaran untuk mitra binaan tersebut sudah terserap sekitar Rp 39 miliar. "Ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap kemitraan, tahun ini lebih tinggi dari pada kemarin. Tahun lalu sekitar Rp 56 miliar," papar Gatot Kustyadji. (yot)

0 comments:

Posting Komentar