Jumat, 15 September 2017

Diresmikan Jokowi, Indonesia Punya Gedung Perpustakaan Tertinggi di Dunia


RADARMETROPOLIS: Jakarta - Indonesia mempunyai gedung Perpustakaan Nasional tertinggi di dunia. Gedung perpustakaan nasional baru yang terletak di di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat ini pada Kamis (14/9/2017) siang diresmikan Presiden Joko Widodo.

"Dengan mengucapkan bismilahirrahmanirrahim, saya resmikan gedung layanan fasilitas perpustakaan nasional yang baru," ujar Jokowi.

Prosesi peresmian ditandai dengan melakukan penekanan sirine bersama-sama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M. Nasir, Kepala Perpustakaan Nasional Muh Syarif Bando, dan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saeful Hidayat.

Dalam sambutannya, Presiden menyebut gedung perpustakaan nasional yang dibangun sejak dua tahun empat bulan yang lalu dan memiliki 27 lantai itu merupakan gedung perpustakaan tertinggi di dunia.


"Dulu, ini hanya tiga lantai, enggak ada yang mau datang ke sini. Sekarang 27 lantai plus satu lantai basement. Jadi enggak kaget kalau gedung ini tertinggi di dunia untuk gedung perpustakaan," ujar Jokowi.

Berdiri di atas lahan seluas 11.975 meter persegi dengan luas bangunan 50.917 meter persegi dan bangunan setinggi 126,3 meter, gedung perpustakaan nasional ini dirancang dengan konsep green building dengan indeks konsumsi energi (IKE) 150 kwh/mm2 per tahun yang hampir sama dengan gedung-gedung di Singapura dan Malaysia.

Pembangunan gedung ini menggunakan anggaran multi years (2013-2016) yang menelan biaya Rp 465 miliar 207 juta 300 ribu.

Bangunan perpustakaan yang tinggi dengan rupa persegi seperti jendela mengandung arti bahwa perpustakaan adalah Jendela Dunia (The Window of the World). Perpustakaan yang menjadi sumber pengetahuan bagi masyarakat Indonesia dan dunia. Perpustakaan yang menjadi sentra aktivitas edukatif, rekreatif, dan kultural.

Gedung fasilitas layanan tersebut dilengkapi dengan teknologi kabel jaringan data kategori 7 (CAT-7) dan perangkat jaringan aktif yang mampu mentransfer data sampai dengan 100 Gbps.

Fasilitas layanan perpustakaan ini merupakan perpaduan layanan inklusif, diversifikasi layanan, berbasis komunitas yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Layanan inklusif didesain untuk melayani penyandang disabilitas dari segi sarana prasarana, koleksi, maupun ruangan khusus bagi disabilitas tuna netra.

Reading area anak-anak didesain secara apik, menarik, dan colorful. Lukisan mural yang diambil dari cerita rakyat menghiasi pilar-pilar di area baca tersebut.

Reading area anak-anak juga menyiapkan ruang khusus laktasi (menyusui), sehingga para ibu tidak perlu kuatir saat mendampingi buah hatinya bermain, membaca, bereksplorasi maupun berkreasi di panggung kreasi yang sangat kondusif bagi pengembangan literasinya. Sedangkan, bagi para pengunjung lansia diberikan pelayanan khusus, termasuk koleksi maupun petugas yang mendampinginya.

Fasilitas layanan Perpusnas dilengkapi data center koleksi dengan Teknologi Tier 3 dan telelift (sistem transportasi buku secara otomatis), ruang pameran (galeri), teater, aula berkapasitas 1.000 kursi, ruang telekonferensi, dan ruang-ruang diskusi yang dapat digunakan oleh para komunitas literasi.

Kartu anggota perpustakaan dikembangkan secara mutakhir berbasis radio frequency identification (RFID). Bahkan seluruh pengelolaan koleksi di setiap lantai menggunakan RFID. Penggunaan teknologi RFID sebagai sarana pengamanan dan inventori koleksi. Fasilitas layanan perpustakaan juga memberikan kemudahan bagi pemustaka yang ingin meminjam buku untuk dibawa pulang dengan limit waktu tertentu (open access).


Gedung fasilitas layanan tersebut diharapkan mampu menjadi daya dorong percepatan program-program mencerdaskan bangsa dan memposisikan Perpustakaan Nasional sebagai perpustakaan yang dibanggakan masyarakat Indonesia dan diperhitungkan di mata internasional. (rez)

0 comments:

Posting Komentar