Sabtu, 09 September 2017

Ke Banyuwangi Menpar Arif Yahya Bagi Wawasan dan Duit untuk Warga Kemiren


RADARMETROPOLIS: Banyuwangi - Menteri Pariwisata Arief Yahya, Sabtu (9/9/2017) melakukan kunjungan ke Desa Kemiren, Kecamatan Glagah untuk memberikan wawasan kepada warga setempat. Tepatnya untuk peningkatkan kapasitas usaha masyarakat destinasi pariwisata.

Sebelum memberikan pemaparan terlihat ada hal menarik yang dilakukan oleh Arif. Menteri asal Banyuwangi ini ternyata memiliki cara menarik untuk mendekatkan diri dengan warga.

Di depan para peserta pelaku usaha homestay, Arif mengadakan sebuah kuis. Hadiahnya adalah uang tunai yang dikeluarkan dari dompet pribadinya.

Pertanyaan yang diajukan kepada warga sederhana. Yakni seputar kegiatan pariwisata. Misalnya, sapta pesona yang digencarkan oleh pemerintah melalui Kementrian Pariwisata. "Coba sebutkan 3 dari 7 sapta pesona?" tanya Arif kepada warga yang didoninasi ibu-ibu.

Salah seorang ibu menjawab kuis tersebut dengan benar. "Aman, tertib, bersih," jawabnya. Ia pun mendapat uang tunai Rp 100 ribu.

Kemudian Arif mengajukan pertanyaan kembali. “Sebutkan kemandirian daerah yang pertama kali dapat dilihat itu apa? Kalau yang ini agak susah, jadi saya tambah Rp 200 ribu," katanya.

Dari puluhan ibu-ibu, seorang menyeletuk, “Toilet.” Jawaban ini ternyata benar.

"Nah, benar! Itu jawabnya. Jadi, saya pesan kebersihan itu harus menjadi perhatian paling penting. Karena problem kita, itu. Kita masih lemah disini. Tapi saya lihat, kemarin, kebersihan dari bandara sampai kota, itu sudah bersih. Datang juga Dirut Angkasa Pura juga mengatakan bersih. Jadi saya harapkan Kemiren ini juga demikian," tegasnya.

Arif juga berpesan kepada Bupati Anas yang turut hadir dalam acara tersebut untuk mendorong pengembangan pariwisata di daerahnya. Salah satunya mengenai pengembangan dan pengelolaan homestay.

"Kelemahan kita, disini homestay masih dikelola secara sendiri, padahal persaingan sekarang tidak hanya di tingkat desa, kota, nasional, internasional dan global. Sementara, di negara lain secara korporasi," katanya.


Di Desa Kemiren, hingga saat ini terdapat 55 homestay yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat. Perkembangan wisata desa ini cukup pesat dengan mempertahankan adat suku asli, yakni Osing. (nis)

0 comments:

Posting Komentar