Rabu, 16 Agustus 2017

Terpukul Masuknya Garam Impor Harga Garam Lokal Anjlok


RADARMETROPOLIS: Sumenep - Diduga terpukul masuknya garam impor, harga garam lokal di tingkat petani garam Kabupaten Sumenep turun. Semula harga garam sempat mencapai puncaknya yakni Rp 3.500 per kg. Saat ini mulai turun menjadi Rp 2.100 per kg.

"Turunnya harga garam rakyat ini diduga kuat akibat masuknya garam impor. Semula harga garam lokal mencapai Rp 3.500 per kg. Sekarang tinggal Rp 2.100 per kg," kata Ubaidillah, petani garam rakyat di Desa Pinggirpapas, Kecamatan Kalianget, Rabu (16/8/2017).

Ia mengungkapkan harga garam lokal di tingkat petani garam tersebut turunnya bertahap. Awalnya Rp 3.500 per kg, kemudian turun menjadi Rp 3.000 per kg.

"Setelah itu, secara berturut-turut turun terus menjadi Rp 2.600 per kg, kemudian Rp 2.400, dan sekarang Rp 2.100 per kg. Tidak menutup kemungkinan, harga garam rakyat makin merosot terdesak garam impor," ujarnya.

Ia memaparkan saat ini kondisi cuaca sudah bagus dan mendukung produksi garam rakyat. Hampir semua petani garam mampu memaksimalkan produksi karena cuaca kembali normal.

"Kalau pekan-pekan sebelumnya kan kondisi cuaca kurang mendukung. Masih sering turun hujan yang menyebabkan produksi garam terganggu. Akibatnya garam jadi langka dan harganya sangat mahal. Nah, kalau sekarang cuacanya sudah bagus," ucapnya.


Pada akhir pekan lalu, sebanyak 27.500 ton garam impor dari Australia tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Menurut rencana, garam impor tersebut disebar ke sejumlah Industri Kecil Menengah (IKM) di tiga wilayah, yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Kalimantan Barat. (lt)

0 comments:

Posting Komentar