Selasa, 15 Agustus 2017

Khofifah Miliki Kapabilitas 82,1 Persen dalam Survei LJSI


RADARMETROPOLIS: Jakarta - Lembaga Jaringan Suara Indonesia (LJSI) menggelar survei untuk mengukur tingkat keterpilihan para tokoh bakal calon Gubernur Jawa Timur. Khofifah memiliki nilai kapabilitas sebesar 82,1 persen dalam survei yang digelar pada tanggal 3 sampai 10 Agustus ini.

Survei yang mengusung tema “Suara Masyarakat Jawa Timur Memilih Gubernur Jawa Timur 2018-2023” tersebut diadakan di 29 Kabupaten dan 9 Kota di Jawa Timur dengan metode wawancara tatap muka kepada 1.613 responden yang sudah memenuhi hak pilih.

Sampel responden dipilih secara acak dengan metode multistage random sampling. Sementara, margin of error survei kurang lebih sebesar 2,44 persen dengan tingkat kepercayaannya sebesar 95 persen.

Direktur LJSI, Fahrurizal Fan menyampaikan, dari 1613 responden hanya 57,3 persen yang mengetahui akan adanya Pemilihan Gubenur Jawa Timur pada Juni 2018.

“Sementara sisanya sebanyak 42,7 persen responden sama sekali tidak tahu akan adanya Pilgub pada tahun depan, tentu saja hasil Survei ini menunjukkan kalau KPU kurang bersosialisasi,” katanya di Jakarta, Senin (14/8/2017).

Lebih lanjut dikatakan, hasil survei terkait tingkat popularitas tokoh menunjukkan bahwa Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf mendapat persentase sebesar 71,2 persen, lalu Anggota DPR RI dari Partai Demokrat Nur Hayati Ali Assegaf yang tingkat popularitasnya 41,2 persen, kemudian inspektur Pemprov Jatim Nurwiyatno sebesar 42,1 persen.

“Di samping itu, ada La Nyalla Mattalitti Ketua Kadin Jatim yang tingkat popularitasnya 74,3 persen, Analis Kebijakan Madya Bidkum Mabes Polri Komisaris Besar Polisi Syafi’in 39,2 persen, dan juga tingkat popularitas Khofifah Indar Parawangsa yang sudah dua kali menjadi cagub Jatim yaitu 76,2 persen, sedangkan Tri Rismaharini Walikota Surabaya memiliki tingkat popularitas 70,4 persen,” paparnya.

Dari tingkat akseptabilitas, masyarakat Jawa Timur, berdasarkan hasil survei LJSI, menunjukkan bahwa 85,2 persen lebih memilih La Nyalla Mattaliti, disusul dengan Tri Rismaharini dengan persentase sebesar 74,3 persen.

Khofifah Indar Parawangsa mendapat 73,8 persen, dibandingkan dengan Gus Ipul yang hanya mencapai posisi 72,3 persen.

“Sedangkan tokoh lainnya masih di bawah 60 persen seperti Nur Hayati Ali Assegaf 57,3 persen, Nurwiyatno 54,2 persen, Syafiiin 42,3 persen, Abdullah Azwar Anas 58,3 persen. Lalu, Putra SBY, Agus Harimurti Yudhoyono 48,2 persen dan Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat 59,2 persen,” ungkapnya.

Survei berdasarkan kemampuan atau kapabilitas tokoh-tokoh bakal calon gubernur ini di kalangan masyarakat Jawa Timur, Fahrurizal mengatakan, peringkat tertinggi masih diraih oleh La Nyalla Mataliti.

“La Nyalla dianggap sebagai tokoh yang paling dianggap mampu untuk mengatasi persoalan ekonomi dan sosial di masyarakat Jatim, hal ini tergambar dalam jawaban responden yang memberikan nilai kapabilitas sebesar 86,4 persen,” lanjutnya.

“Sedangkan Khofifah Indar Parawangsa memiliki nilai kapabilitas sebesar 82,1 persen, disusul dengan Tri Rismaharini sebesar 80,3 persen, dan Gus Ipul sebesar 78,3 persen. Sementara Djarot Syaiful Hidayat mendapat 78,1 persen, Abdullah Azwar Anas 70,3 persen, Nurwiyatno sebesar 60,2 persen, Nur Hayati Ali Assegaf 57,8 persen. Lalu Agus Harimurti Yudhoyono 52,3 persen dan Syafiin 46,7 persen,” katanya.

Fahrurizal menyebut, hasil ini menunjukkan bahwa petahana Wakil Gubernur Jawa Timur selama ini tidak terlalu banyak ikut serta dalam mengambil keputusan dalam pemerintahan Gubernur Soekarwo.

“Sehingga Masyarakat Jawa Timur justru jadi meragukan kemampuan Saifullah Yusuf jadi Gubernur Jawa Timur,” ujar Fahrurizal.

Hasil survei LJSI soal tingkat keterpilihan tanpa memberikan nama tokoh dan gambar tokoh serta latar belakangnya, secara spontan masyarakat Jawa Timur menunjukkan bahwa Tri Rismaharini merupakan tokoh yang banyak disebut, yaitu sebesar 20,6 persen, kemudian La Nyalla 20,5 persen, disusul dengan Khofifah Indar Parawangsa sebesar 16,6 persen.

“Selain itu, Gus Ipul mendapat 9,3 persen, lalu Djarot Syaiful Hidayat 4,4 persen, kemudian Abdullah Azwar Anas 4,3 persen dan Nurwiyatno 3,2 persen. Sementara AHY mendapat 1,7 persen, Nur Hayati Ali Assegaf 1,6 persen dan Syafiin 1,1 persen. Serta responden yang tidak memberikan jawaban sebanyak 16,7 persen,” jelasnya.

Akan tetapi, dalam jawaban responden dengan menggunakan kertas kuisioner yang dilengkapi dengan biodata para tokoh dan gambar tokoh untuk calon gubernur Jatim 2018, menunjukkan sebanyak 26,3 persen memilih La Nyalla dengan alasan kemampuan La Nyala sebagai pengusaha dan keterlibatannya di Kadin dan organisasi organisasi sosial dapat mampu meningkatkan kesejahteraan Ekonomi Masyarakat.

Sementara yang akan Memilih Syaifullah Yusuf hanya 9,1 persen, alasannya karena ekonomi masyarakat yang makin sulit selama dalam kepemimpinan Sukarwo-Gus Ipul.

Sementara Tri Rismaharini akan dipilih sebanyak 17,2 persen karena dianggap belum mampu untuk memimpin Provinsi Jawa Timur dan disarankan untuk tetap mengurus Kota Surabaya oleh responden.


Lain halnya dengan Khofifah Indar Parawangsa yang dipilih sebanyak 20,3 persen, lalu Djarot Syaiful Hidayat 4,8 persen, Abdullah Azwar Anas dipilih sebanyak 4.6 persen.

“Kemudian Nurwiyatno mendapat 2,3 persen, Nur Hayati Ali Assegaf sebanyak 2,2 persen, kemudian Agus Harimurti Yudhoyono 1,8 persen dan Syafiin 1,1 persen. Sementara yang tidak menjawab sebanyak 10,3 persen,” tegasnya.


LJSI menyimpulkan bahwa Gus Ipul tak banyak dipilih. “Ia akan sulit untuk bisa terpilih sebagai gubernur, karena harapan masyararakat Jawa Timur tidak ada dalam sosok dan kemampuan Gus Ipul untuk menjadi Gubernur Jawa Timur,” pungkasnya. (rez)

0 comments:

Posting Komentar