Kamis, 10 Agustus 2017

Diduga Dikorupsi, Risma Minta Realisasi Dana Jasmas Tidak Dihentikan


RADARMETROPOLIS: (Surabaya) - Walikota Surabaya Tri Rismaharini berharap dana Jasmas tidak dihentikan tiba-tiba, karena sangat dibutuhkan masyarakat. Himbauan ini disampaikan sehubungan dengan ditemukannya bukti-bukti adanya penyelewengan dana hibah Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas) tahun 2016 yang diberikan melalui DPRD Surabaya. Saat ini kasus ini sedang ditangani oleh Kejaksaan Negeri Surabaya.

“Dana hibah tentunya sangat dibutuhkan masyarakat. Tapi kita gak mau nanti kalau terjadi apa-apa di masyarakat, terus bagaimana,” kata Risma kepada wartawan, Kamis (10/08/2017).

Risma juga menyatakan terkait masalah jasmas itu pihaknya juga sudah memberikan surat edaran ke RT/RW agar dana itu digunakan sebaik mungkin.

Menurutnya program hibah jasmas ini sebetulnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, seperti pengadaan terop, sound sistem, kursi, dan lainnya. Dana itu diambil melalui APBD Surabaya kemudian pengelolaannya diserahkan kepada warga yang terhimpun dalam kelompok Rukun Tetangga ataupun Rukun warga.

Risma sebelumnya juga mengatakan dirinya tidak turut campur dalam persolan dana hibah jasmas. Bahkan ia menegaskan agar masyarakat penerima jasmas mengembalikan sisa dana untuk kas pemkot Surabaya.

“Saya tidak tahu soal itu, gak mau nanggapi yang disana (kejaksaan),” kata Risma

Beberapa hari yang lalu Pemkot Surabaya mengumpulkan sekitar 300 calon penerima dana hibah jasmas untuk diberikan pembekalan oleh Kejari Surabaya dan ahli hukum agar mereka tidak terlibat dengan persoalan hukum nantinya.


Kasus penyimpangan dana hibah jasmas melalui anggota DPRD Surabaya tahun 2014 senilai Rp4,4 miliar dan 2016 senilai Rp12 miliar saat ini sedang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya. (rie)

0 comments:

Posting Komentar