Minggu, 09 Juli 2017

Pertama, Kantor ORI DIY Alami Serangan Kekerasan


RADARMETROPOLIS: (Yogyakarta) - Kantor Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta, di Jalan W. Monginsidi Nomor 20 Kota Yogyakarta, dilempari batu oleh orang tak dikenal. Ini adalah serangan pertama kali. Sebelumnya hanya berbentuk ancaman.

Akibat pelemparan tersebut kaca bagian depan kantor ORI DIY pecah. Namun tidak ada korban dalam peristiwa itu.

"Kejadiannya pagi ini sekitar jam 04.00 WIB," ungkap Kepala ORI perwakilan DIY, Budhi Masthuri, Minggu (9/7/2017).

Menurutnya pada waktu kejadian penjaga keamanan Kantor ORI perwakilan DIY sedang beristirahat di dalam kantor, sambil menonton televisi. Tahu-tahu dari arah luar muncul lemparan batu. Saat petugas keamanan membuka pintu, pelaku sudah tidak ada di tempat.

"Ada petugas keamanan yang berjaga. Waktu itu dia sedang istirahat di dalam, sambil nonton televisi. Jadi dia tidak mengetahui pelaku pelemparan, saat kondisi luar dicek sudah enggak ada orang," paparnya.

Ada dua batu yang dilempar sama pelaku. Namun Budhi belum bisa memastikan mereka mengendarai apa saat beraksi. "Ada dua batu ukurannya lumayan besar. Ada dua titik kerusakan kaca kantor bagian depan," terangnya.

Ia menambahkan bahwa kantor ORI KPD DIY baru pertama kali ini mengalami serangan. Bahkan, sebelum kejadian tidak ada ancaman yang dilayangkan ke mereka.

"Kalau ORI DIY sekedar menerima ancaman ada, sudah sering seperti itu. Tapi yang sampai penyerangan seperti sekarang baru pertama kali ini, sebelum-sebelumnya belum pernah terjadi," akunya.

"Sebelum pelemparan ini, kami tidak mendapat ancaman apapun," imbuhnya.

Oleh sebab itu Budhi tidak berani menduga pelaku pelemparan berkaitan dengan kasus yang mereka tangani. Cuma ia yakin pelaku dengan sengaja menyerang Kantor ORI perwakilan DIY.


"Kami belum bisa memastikan apakah pelaku berkaitan sama kasus yang kami tangani. Tapi saya yakin sekali pelaku pelemparan ini sengaja. Buktinya batu yang dipakai melempar besar-besar," tandasnya. (fer)

0 comments:

Posting Komentar