Senin, 11 September 2017

Pemkab Sampang Tak Berani Cairkan Gaji Tenaga Honorer Pengajar SMA


RADARMETROPOLIS: Sampang - Meskipun anggaran telah disediakan dan tinggal dibayarkan, sebanyak 24 orang tenaga Honda (honorer daerah) di bawah naungan Pemerintah Kabupaten Sampang masih belum bisa menerima haknya selama 9 bulan terakhir. Gaji para honorer itu hingga sekarang masih ngendon di bagian keuangan.

Fadhilah Budiono, Bupati Sampang mengatakan, belum dibayarkannya gaji honor tenaga honda itu lantaran takut berbenturan dengan regulasi. Sebab, meski 24 orang itu tercatat sebagai honor Pemkab Sampang, namun tenaga honda tersebut mayoritas bekerja di lembaga Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat. Padahal, semua kewenangan dan anggaran untuk operasional SMA saat ini menjadi tanggung jawab Provinsi. Sehingga daerah tidak berani membayarkan uang tenaga honda itu.

"Kita takut untuk membayar gaji honor itu karena nanti bisa disalahkan, sehingga kami masih menunggu regulasinya seperti apa, karena semua operasional lembaga pendidikan SMA adalah naungan pihak provinsi," terang Fadhillah Budiono, Senin (11/9/2017).

Lanjut Fadhilah, SK Bupati kepada tenaga honor daerah itu, berlaku sampai 2018 mendatang. Sehingga pihaknya telah melakukan pertemuan dengan para tenaga honda dengan keputusan bahwa Pemkab Sampang akan membuat surat yang akan dikirim kepada BPK, Mendagri hingga Presiden. Termasuk kepada DPR untuk membantu menyelesaikan masalah honor daerah itu.

"Seluruh Jawa Timur, ada sekitar 5 ribu tenaga honda yang mengalami nasib yang sama. Oleh karena itu, saya pribadi telah menandatangani surat untuk dikirimkan ke Presiden," tegasnya.


Sementara itu, menurut Miming selaku koordinator tenaga honda Pemkab Sampang, selama 9 bulan ini dirinya beserta 23 tenaga honor yang lain seharusnya telah menerima uang gaji mereka sebesar Rp 1 juta perbulan. "Kami memohon dengan hormat agar status honorer kami diperjelas, karena kami mengantongi SK bupati," tandasnya. (ltr)

0 comments:

Posting Komentar